BANNER

Banner Iklan

Tuntut Evaluasi Total Polres Empat Lawang, FORMA Sumsel Siap Gelar Aksi Demonstrasi di Mabes Polri‎

JAKARTA – Insiden kaburnya empat tahanan kelas berat dari sel Mapolres Empat Lawang pada awal Juni lalu terus memantik gelombang protes dari berbagai elemen pemuda dan mahasiswa. 
‎Terbaru, Forum Mahasiswa Sumatera Selatan (FORMA SUMSEL) menyatakan sikap akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta.
‎Aksi damai ini dipicu oleh adanya dugaan kelalaian struktural (gross negligence) di internal Polres Empat Lawang. 
‎Berdasarkan fakta yang terungkap, ke-4 tahanan kasus narkoba dan kriminal umum tersebut berhasil kabur setelah menggergaji jeruji besi ventilasi udara secara bertahap selama empat hari berturut-turut tanpa terdeteksi oleh petugas jaga.
‎Kelalaian Fatal yang Mengancam Keamanan Warga
‎FORMA Sumsel menilai kejadian ini sebagai tamparan keras bagi profesionalisme Polri. 
‎Kaburnya tahanan kasus berat bukan hanya masalah teknis kelalaian bintara yang berjaga pada malam itu, melainkan runtuhnya sistem pengawasan dan evaluasi berkala yang menjadi tanggung jawab pucuk pimpinan Polres.
‎Kehadiran para buronan di luar sel kini menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat Sumatera Selatan, mengingat latar belakang para pelaku yang terlibat dalam jaringan narkotika dan tindak kriminal.
‎Pernyataan Koordinator Aksi: "Copot Kapolres Empat Lawang!"
‎Koordinator Lapangan FORMA Sumsel,pence Sanggu, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap marwah institusi penegak hukum dan keselamatan masyarakat. Ia menilai ada kejanggalan besar dalam proses pengawasan di rutan tersebut.
‎"Aktivitas menggergaji besi sel selama empat hari berturut-turut itu bukan waktu yang sebentar. Bagaimana mungkin patroli rutin Sat Tahti dan petugas piket bisa kecolongan jika bukan karena kelalaian yang fatal? Kami mencium adanya kerapuhan sistem pengamanan, atau bahkan potensi pembiaran di dalam," ujar Pence Sanggi.
‎Lebih lanjut, Pence Sanggu meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi. Penegakan aturan harus menyentuh tingkat pimpinan tertinggi di wilayah tersebut.
‎"Kami mendesak Bapak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Empat Lawang atas kegagalan komando ini. Jangan hanya bintara penjaga di bawah yang dijadikan kambing hitam dan dikorbankan. Perwira yang bertanggung jawab atas pengawasan rutan dan jalannya SOP juga harus diperiksa secara transparan oleh Divisi Propam Mabes Polri. Jika terbukti ada main mata dengan jaringan tahanan, segera lakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)" tegas Pence Sanggu.
‎Poin Utama Tuntutan FORMA Sumsel
‎Dalam aksi yang akan digelar nanti, FORMA Sumsel membawa beberapa poin tuntutan krusial, di antaranya:
‎Mendesak Kapolri segera mencopot Kapolres Empat Lawang dan mengevaluasi Kasat Tahti.
‎Meminta Divisi Propam Mabes Polri turun langsung memeriksa seluruh personel jaga atas dugaan kelalaian berat atau potensi suap.
‎Mendesak tim buru sergap tingkat Polda/Mabes untuk membackup penuh pengejaran ke-4 tahanan agar segera ditangkap demi keamanan publik.
‎Meminta audit investigatif menyeluruh terhadap kelayakan fisik rutan dan SOP penjagaan di seluruh Polres jajaran Polda Sumsel.
‎Aksi unjuk rasa ini rencananya akan dikawal oleh ratusan massa mahasiswa asal Sumatera Selatan yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, dengan membawa atribut aksi, spanduk tuntutan, serta mobil komando. (*/red)
Lebih baru Lebih lama