Banner Iklan

Krisis Air Bersih di Pendopo Kian Parah, Warga Terpaksa Tempuh 10 Km Demi Air

Empatlawang.news - Warga Kelurahan Pagar Tengah dan sekitarnya di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, kembali mengeluhkan krisis air bersih yang kian memburuk.

Musim kemarau yang berkepanjangan, diperparah dengan matinya aliran air dari Perusahaan Air Minum (PAM) selama hampir dua tahun terakhir, memaksa warga mencari air bersih hingga sejauh 10 kilometer ke wilayah Air Lintang.

Menurut warga, aliran air PAM di beberapa titik seperti Beruge Ilir dan Pendopo hanya mengalir pada malam hari, bahkan ada yang sama sekali tidak mengalir. Akibatnya, sebagian masyarakat terpaksa menggunakan air yang tidak layak konsumsi, terutama bagi mereka yang tidak mampu membeli air galon atau isi ulang.

“Kami berharap PAM PDAM Empat Lawang segera menanggapi masalah ini. Jangan sampai masyarakat terus menderita, apalagi sekarang sudah musim kemarau. Kecamatan Pendopo ini pusat ekonomi di Kabupaten Empat Lawang, seharusnya lebih diperhatikan,” ujar Rizki Anugrah, Ketua Karang Taruna Permata Pagar Tengah.

Ia menambahkan, krisis air tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga membahayakan kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap penyakit akibat penggunaan air yang tidak higienis.

“Setiap hari warga terpaksa mandi dan mencuci ke Air Lintang, jaraknya sekitar 10 kilometer. Untuk kebutuhan memasak dan minum, mereka harus membeli air. Ada yang hanya mampu beli air Rp50 ribu untuk tiga hari,” tambah Rizki.

Keluhan warga juga diperparah dengan lambannya respon dari pihak PAM. Salah satu warga, Jeri, mengaku sudah mendatangi Kantor PAM Pendopo, namun diarahkan ke Kantor PAM Tebing Tinggi.

“Setelah kami hubungi salah satu pegawainya, malah disuruh balik lagi ke Pendopo. Pegawainya saling lempar tanggung jawab,” ungkap Jeri dengan nada kecewa.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mencari solusi konkret atas krisis air yang telah berlangsung terlalu lama ini.

Lebih baru Lebih lama