Empatlawang.news – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Empat Lawang berlangsung meriah dengan nuansa budaya lokal yang kental. Salah satu momen paling memukau dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang digelar di Gedung Serbaguna pada Selasa (29 April 2025) adalah penampilan tari sambut, sebuah tradisi sakral yang menjadi simbol penghormatan dalam menyambut tamu agung di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Tarian adat ini ditampilkan oleh para penari binaan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang. Dengan balutan busana adat berwarna emas dan merah yang berkilau di bawah sorot lampu, para penari berhasil memikat perhatian para tamu undangan, termasuk Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang hadir secara langsung dalam acara tersebut.
Setiap gerakan dalam tari sambut memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan rasa hormat, doa keselamatan, dan harapan atas keberkahan bagi para tamu yang datang. Musik pengiring dimainkan secara langsung menggunakan alat musik tradisional, menambah kekhusyukan dan kekayaan suasana budaya yang kental selama pertunjukan berlangsung.
Zuhdi, Kepala Bidang Kebudayaan, menjelaskan bahwa penampilan tari sambut ini merupakan hasil persiapan matang selama lebih dari dua minggu.
"Kami memilih tari sambut sebagai pembuka karena ini adalah simbol paling luhur dalam tradisi menyambut tamu agung di Sumatera Selatan, khususnya di Empat Lawang," ungkapnya.
"Para penari adalah putra-putri asli Empat Lawang. Mereka tak hanya menghafal gerakan, tapi juga memahami makna dari setiap lenggokan dan anggukan kepala mereka," lanjut Zuhdi.
Ia menambahkan, melalui panggung-panggung seremonial seperti ini, pemerintah daerah terus berkomitmen menghidupkan budaya lokal, terlebih di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kami tidak ingin budaya hanya menjadi hiasan. Ia harus hadir sebagai jati diri. Karena itu, pelibatan anak muda dalam latihan dan pementasan ini menjadi prioritas kami. Mereka bukan hanya penari, tapi pewaris budaya,” tandasnya.
Usai pertunjukan, para tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah, tanda kekaguman dan apresiasi atas penampilan yang sarat makna tersebut. Banyak yang menyatakan bahwa tari sambut bukan sekadar hiburan, tetapi refleksi nilai-nilai kearifan lokal yang terus hidup dan dijaga oleh masyarakat Empat Lawang.
Perayaan HUT ke-18 ini menjadi momentum penting bahwa selain pembangunan fisik dan infrastruktur, budaya tetap menjadi denyut nadi identitas daerah. Kabupaten Empat Lawang menegaskan bahwa ia tidak hanya tumbuh dalam usia, tetapi juga dalam kesadaran akan pentingnya merawat warisan leluhur sebagai fondasi masa depan.
