EMPAT LAWANG – Kasus kaburnya tahanan dari sel Polres Empat Lawang yang diduga dilakukan dengan cara menggergaji terali besi secara bertahap selama beberapa hari terus menuai sorotan.
Tidak hanya menjadi perbincangan di Sumatera Selatan, peristiwa tersebut juga memantik reaksi keras dari kalangan perantau asal Empat Lawang di wilayah Jabodetabek.
Aliansi Aktivis Muda Empat Lawang yang berbasis di Tangerang Raya secara terbuka menyampaikan kecaman terhadap dugaan lemahnya sistem pengawasan di rumah tahanan Polres Empat Lawang.
Mereka bahkan mengultimatum akan menggelar aksi demonstrasi apabila tidak ada langkah evaluasi dan pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh.
Salah satu aktivis muda asal Empat Lawang di Tangerang, Ardiansyah, menilai alasan kelalaian dalam peristiwa tersebut sulit diterima publik.
Menurutnya, proses penggergajian terali yang disebut berlangsung selama beberapa hari menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan.
"Empat hari merupakan waktu yang sangat panjang. Peristiwa ini tidak bisa hanya dianggap sebagai kelalaian biasa. Ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pengawasan yang harus segera dievaluasi," ujar Ardiansyah.
Ia mengaku prihatin karena kejadian tersebut dinilai telah mencoreng citra Kabupaten Empat Lawang yang selama ini dikenal dengan semboyan Saling Keruani Sangi Kerawati.
"Sebagai putra daerah yang merantau, tentu kami merasa prihatin. Kejadian ini menjadi sorotan luas dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum," katanya.
Lebih lanjut, Ardiansyah juga menyoroti minimnya informasi yang disampaikan kepada publik terkait perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Aliansi Aktivis Muda Empat Lawang di Tangerang Raya mendesak jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan tahanan serta memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat.
Mereka juga menyatakan siap mengonsolidasikan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat asal Empat Lawang yang berada di wilayah Jabodetabek apabila tidak ada langkah konkret yang dilakukan dalam waktu dekat.
"Jika tidak ada tindakan tegas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, kami siap melakukan konsolidasi dan menyuarakan aspirasi melalui aksi damai. Kami ingin ada perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegas Ardiansyah.
Hingga kini, kasus kaburnya tahanan tersebut masih menjadi perhatian publik. Berbagai pihak berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan tahanan guna menjaga marwah penegakan hukum serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (*/red)
Tags
serba-serbi