BANNER

Banner Iklan

AMDAL Rampung, Sekolah Rakyat Empat Lawang Bersiap Masuk Tahap Pembangunan Fisik

Empat Lawang – Tahapan penting pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Empat Lawang akhirnya terlewati.

Penyusunan dan penelaahan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) untuk pembangunan Sekolah Rakyat dinyatakan telah selesai dan layak menjadi acuan pelaksanaan pembangunan.

Rampungnya dokumen lingkungan tersebut menjadi pijakan bagi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yakni pembangunan sarana dan prasarana fisik Sekolah Rakyat yang berada di wilayah Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sefza Doris, mengatakan terdapat tiga produk utama dalam penyusunan dokumen AMDAL pembangunan Sekolah Rakyat.

"Pertama Formulir Kerangka Acuan (FKA) Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang, kedua Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pembangunan Sekolah Rakyat, dan ketiga Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal)," ungkap Sefza ketika ditemui wartawan.

Dalam prosesnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang.

Dengan selesainya dokumen AMDAL, perhatian kini mulai bergeser pada kesiapan pembangunan fisik Sekolah Rakyat.

Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat nantinya akan dikerjakan oleh pihak pelaksana yang ditunjuk, termasuk rencana keterlibatan PT Waskita Karya sebagai badan usaha milik negara.

Pelaksanaan pembangunan tersebut akan melibatkan koordinasi lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum berperan dalam aspek teknis infrastruktur, sedangkan Kementerian Sosial berkaitan dengan penyelarasan sasaran penerima manfaat Program Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan Program Strategis Nasional yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan gratis dan berkelanjutan.

Di Empat Lawang, program tersebut kini bukan lagi sekadar rencana. Aktivitas pendidikan telah berjalan dan jumlah siswa yang tercatat hingga saat ini mencapai 352 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 150 siswa SD, 30 siswa SMP dan 90 siswa SMA yang merupakan penerimaan siswa baru, ditambah 82 siswa yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Angka tersebut menjadi gambaran awal besarnya kebutuhan terhadap keberadaan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang.

Sebelum dokumen AMDAL dinyatakan selesai, proses penyusunannya juga melibatkan koordinasi dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Sefza juga mengatakan penyusunan AMDAL dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan karena pembangunan Sekolah Rakyat berada di wilayah desa tersebut dan berpotensi berkaitan langsung dengan lingkungan sekitar.

"Dalam penyusunan dokumen AMDAL, kami selalu berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk dengan warga Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi, karena pembangunan Sekolah Rakyat ini masuk dalam wilayah desa tersebut," ujar Sefza.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan masyarakat telah dilakukan beberapa kali melalui rapat bersama warga yang berpotensi terdampak pembangunan. Tim terkait juga turun langsung melakukan survei kondisi lingkungan di Desa Lubuk Gelanggang.

Dengan rampungnya AMDAL, pemerintah daerah kini memiliki pijakan yang lebih jelas untuk melanjutkan pembangunan fisik.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan ratusan siswa yang telah menjadi penerima manfaat program tersebut.

Sefza menegaskan, tuntasnya dokumen lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi pembangunan. Lebih dari itu, AMDAL menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas pendidikan yang dibangun nantinya tetap memperhatikan aspek keamanan, lingkungan dan keberlanjutan.

"Tuntasnya AMDAL atau dokumen analisis lingkungan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama mitra strategis dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya inklusif bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga aman, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan," katanya.

Ia berharap seluruh tahapan berikutnya dapat berjalan lancar hingga pembangunan fisik Sekolah Rakyat benar-benar terealisasi.

"Harapannya, setelah pembangunan Sekolah Rakyat selesai, anak-anak bisa bersekolah di SR dengan fasilitas yang semuanya gratis," tandasnya. (*/red)

Lebih baru Lebih lama