BANNER

Banner Iklan

Empat Lawang Bersiap Sambut Batalyon TNI, 1.000 Personel Diproyeksikan Tempati Yon TP di Jalan Poros

Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang selangkah lebih dekat menuju kehadiran satuan baru TNI setelah jajaran Kodam II/Sriwijaya bersama Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Batalyon TP di Desa Batu Pance, Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (8/6/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., didampingi Aslog Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Kav Solikhin, S.Sos., M.M., serta dihadiri Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., Wakil Bupati Arifa'i, S.H., Ketua DPRD Darli, S.H., M.H., Dandim 0405/Lahat Letkol Inf David Jihandika Hendri Wijayanto, S.E., M.Sos., Pabung Empat Lawang Mayor Inf Sudarno, Kepala BNNK Empat Lawang Andi Kurniawan, S.Sos., Sekda Fauzan Khoiri Denin, A.P., M.M., serta sekitar 50 peserta lainnya.

Sebelumnya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., tiba di Kabupaten Empat Lawang menggunakan Helikopter Jasdam II/Sriwijaya dan disambut langsung oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda di Lapangan Kantor Bupati Empat Lawang.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memaparkan kesiapan lahan serta dukungan daerah terhadap pembangunan Batalyon TP yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis di wilayah tersebut.

Setelah melakukan transit dan menerima laporan terkait perkembangan administrasi hibah lahan serta kesiapan infrastruktur pendukung, Pangdam II/Sriwijaya melanjutkan agenda menuju Kabupaten Lahat.

Sementara itu, kegiatan peninjauan lapangan di Empat Lawang dilanjutkan oleh Danrem 044/Garuda Dempo bersama jajaran pejabat Kodam II/Sriwijaya.

Peninjauan dilakukan langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan batalyon, meliputi pengecekan batas lahan, akses jalan, kondisi topografi, hingga kesiapan administrasi aset.

Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan pembangunan Batalyon TP merupakan bagian dari program prioritas TNI sesuai arahan Panglima TNI guna memperkuat gelar kekuatan pertahanan wilayah serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan di Sumatera Selatan.

"Pembangunan fisik diperkirakan dimulai pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal tahun 2027 setelah seluruh tahapan administrasi hibah lahan, perencanaan teknis, penganggaran, serta verifikasi lapangan selesai dilaksanakan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang dinilai aktif mempercepat proses administrasi dan penyediaan lahan hibah untuk mendukung realisasi pembangunan satuan baru tersebut.

Menurutnya, kehadiran Batalyon TP nantinya tidak hanya memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan negara, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Empat Lawang.

"Kehadiran batalyon ini diperkirakan akan meningkatkan aktivitas pembangunan, membuka peluang usaha masyarakat, memperbesar kebutuhan logistik, hingga mendorong perputaran ekonomi lokal," katanya.

Danrem mengungkapkan sekitar 1.000 personel TNI beserta keluarganya diproyeksikan akan menempati satuan tersebut setelah pembangunan selesai dilakukan. Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan sarana penunjang seperti akses jalan, jaringan listrik, air bersih, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta pelayanan publik lainnya.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menjelaskan lokasi pembangunan berada di kawasan Jalan Poros Desa Batu Pance, Kecamatan Tebing Tinggi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang telah menyiapkan lahan hibah seluas sekitar 50 hektare sebagai tahap awal pembangunan.

"Pemkab memiliki total lahan sekitar 200 hektare di kawasan tersebut. Jika nantinya dibutuhkan untuk pengembangan Batalyon TP, tentu siap untuk ditambah sesuai kebutuhan," ujar Joncik.

Ia menegaskan bahwa proses pengecekan lokasi telah dilakukan bersama pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah terkait, serta unsur TNI guna memastikan batas lahan, status kepemilikan, aksesibilitas, dan kesiapan kawasan sebelum pembangunan dimulai.

Menurut Joncik, seluruh proses administrasi hibah lahan terus diproses sesuai aturan agar memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Negara harus memiliki kepastian hukum atas setiap pemanfaatan lahan untuk kepentingan strategis nasional dan tidak boleh kalah oleh penguasaan lahan yang tidak memiliki dasar legalitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Bupati meyakini kehadiran Batalyon TP akan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mengubah wajah pembangunan Kabupaten Empat Lawang melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, hingga percepatan pertumbuhan kawasan baru di sekitar lokasi pembangunan. (*/red)

Lebih baru Lebih lama